Nabung 500.000 per bulan

“Don, aq bisa pinjam duit 1 juta saja?”, ucap salah satu temanku

Kalimat itu sering banget gw dengar…

Ya kadang sempat bingung juga… ya kalo sekali sekali sih nggak apapa, terutama jika memang sifatnya emergency, semisal ada keluarga yang sakit, ada yang kecelakaan, ya untuk dana pengobatan/ operasi, atau dana duka, dsb.

as3
Yah beberapa tahun ini, sering menjumpai teman teman yang kesulitan keuangan, yang jadi pertanyaanku, ini mereka tidak punya uang/ kesulitan keuangan apakah karena boros, gaya hidup yang tidak mampu mengimbangi penghasilan/gaji, atau nggak bisa atur keuangan.

Tak jarang teman teman yang minjam adalah orang orang dengan posisi level manajer, yah jelek jeleknya dengan salary diatas 10 jutaan per bulan.

Yah sering sih gw tanya, udah kerja berapa lama, let say 7 tahun kerja, sebulan bisa nabung 500.000, so 500.000 x 12 x 7 = 42.000.000, at least kalo mereka rajin nabung tiap bulan 500.000 selama 7 tahun, ya pasti ditabungannya ada uang minimal 42.000.000

Nah kalo sampai di rekening tabungan mereka cuman sisa 20.000, itu artinya bekerja 7 tahun, nggak ada tabungan donk.

Yah sering kali gaji kita tiap bulan masuk ke rekening tabungan, nah tiap kita butuh uang, ya tarik via atm, dan dengan mudahnya uang abis karena tiap bulan dana ditarik, ditarik dan ditarik tanpa sadar… yang awalnya niat tabung 500.000 per bulan hanya sekedar keinginan tanpa berhasil diwujudkan.

Yah itulah kalo kita tidak bisa mengatur keuangan kita.

Tabungan yang kita miliki di bank tersebut biasa kita sebut dengan tabungan Konvensional.

Nah lantas apa bedanya dengan Asuransi?

Bukankah kalo di Bank sering kita ditawarkan tabungan yang ada asuransinya?

Bank bisa bekerja sama dengan Perusahaan Asuransi, tapi tentu Produk Asuransi yang kerjasama dengan Bank, lebih menitik beratkan ke Investasi dibandingkan dengan PROTEKSI.

Tabungan Proteksi yang ditawarkan oleh Perusahaan Asuransi, tentu lebih menitik beratkan pada PROTEKSI bukan TABUNGAN (INVESTASINYA).

Jika menabung di Asuransi, maka uang  tidak bisa ditarik dengan mudahnya apabila dibandingkan jika kita menabung di Bank yang ada ATM, namun manfaat yang diperoleh lebih besar dari pada Tabungan Konvensional.

Idealnya setiap orang harus memiliki:

1. Tabungan Konvensional
2. Asuransi Jiwa (Tabungan Proteksi)
3. Tabungan Pensiun

ada sebagian orang yang berpendapat cukup dengan Tabungan Konvensional dan Asuransi Jiwa, dikarenakan Asuransi Jiwa juga bisa difungsikan sebagai Tabungan Pensiun dan Tabungan Pendidikan.

Ya saya setuju dengan Dua pembedaan jenis tabungan di atas, makanya saya tidak pernah ragu untuk Memiliki 2 polis asuransi jiwa untuk saya, dan 1 polis asuransi jiwa untuk Mama saya.

Persepsi orang yang masih memandang sepeleh perihal asuransi dan lebih mementingkan untuk menghabiskan uang dengan belanja konsumtif, masih susah untuk diubah.

Ya idealnya 10-20 persen dari total penghasilan harus di alokasikan untuk di Tabung, sehingga apabila ada kebutuhan emergency, kita punya dana untuk membiayai hal tersebut.

Masih ingat, banyak teman teman yang menghindar kalo ditawarin asuransi jiwa, dan akhirnya mereka mulai menghubungi ketika ada  anggota keluarga yang sakit, meninggal dunia, baru mereka sadar akan pentingnya memiliki asuransi jiwa.

Yang harus disadari, makin tua kita, makin mahal biaya asuransi.

So, kalo butuh advice mengenai keuangan, perencanaan keuangan, jangan sungkan sungkan ya untuk konsultasi.

Hubungi saya Donny @allianzkuta 081353991017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *