Kuala Lumpur & Melaka

Beberapa kali transit di Kuala Lumpur (KL) tapi tidak pernah menjelajahi KL. Dulu sama sekali tidak ada keinginan untuk mengeksplore KL, ntah kenapa bawaannya selalu Malas, mungkin terpengaruh berita-berita Politik tentang pasang surut hubungan Bilateral Indonesia Malaysia, mulai dari TKI, Klaim Budaya dsb. Akhir-akhir ini jadi ada niatan untuk Mengunjungi KL setelah beberapa teman traveler yang menggoda agar diriku traveling ke KL. Challenge dari teman-teman yang ingin ngebukti-in kalo KL itu juga layak untuk dijadikan salah satu destinasi di Asean, so setelah mempertimbangkan beberapa hal dan bujuk rayu, okaylah cuss ke KL.

Sebenarnya gak kebayang bakalan liburan ke KL bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri:
1) Harga tiket pesawat yang mahalnya minta ampyunnnnn (belinya dadakan)
2) Info dari beberapa teman kalo KL bakalan sepi dan banyak gerai yang tutup (Nyatanya Mall Tetap Ramai)
3) dan di Melaka harus beli tiket Bus jauh jauh hari, karena biasanya Habis saat Idul Fitri karena banyak yang mudik. (Bener banget, lebih baik Beli Online Tiket Bis di Indonesia, link pembelian scroll ke bawah ya)

So tergolong nekad traveling ke KL kali ini, boleh dibilang tanpa persiapan yang matang. Packing saja beberapa jam sebelum pesawat boarding ya karena first flight jadi tidur cuman beberapa jam, a.k.a selama 3 jam penerbangan dari Bali ke KL, puas molor tapi gak sampai ngiler hehehe.

The Day:

14 June 2018

05.45 pagi-pagi dah cakep stand by di Airport Ngurah Rai Bali, padahal belum mandi, cuman modal sikat gigi dan cuci muka, pake topi dan kacamata hitam, pakai parfum, cara ampuh kalo gak mandi hehehehe dan benar selama 3 jam penerbangan tidur pulas.

10.00 landed dan beli SIM Card Phone nomer Malaysia seharga MYR (malaysia ringgit) 30 (belinya setelah pintu keluar imigrasi ya. Dari Pintu keluar, pesan Grab saja menuju Akomodasi buat Drop bagasi karena belum jamnya Check In. Kenapa pilih Grab? ya karena dari Airport ke Penginapan cuman MYR 65 (Rp 229.125) kalo naik KLIA Ekspres (Fast Train) ke KL Sentral MYR 55 trus harus lanjut lagi dari KL Sentral naik transport ke Penginapan. Memang dari Airport ke KL sentral kalo naik Fast Train cuman 30 menit, tapi harus oper lagi naik moda transportasi lain ke Penginapan yang bisa lebih lambat/macet. So better naik Grab MYR 65 karena dua orang artinya 1 orang cuman MYR 32.5 dah sampai penginapan. Kalo naik KLIA Express dua orang 55 x 2 = MYR 110, lebih mahal kan.

Sampai di penginapan, drop baggage, lanjut ke Aquaria yang ada di KLCC. Kita naik grab ke Aquaria MYR 10 (bagi dua jadi MYR 5, murah kan) oh ya 1 MYR = Rp 3.525 (as per 14 Juni 2018)


Aquaria ini aquarium besar yang ada di KL, kita sudah beli tiket masuk Aquaria di Indonesia melalui Aplikasi KLOOK, jadi nanti tinggal tunjukkan barcode via HP saja untuk ditukarkan dengan Tiket Asli.

Begitu sampai di Aquaria, kita gak langsung masuk tapi mau isi perut dulu. Jadi di sekitar Aquaria ada foodcourt. Ya kisaran buat sekali makan MYR 14 (Rp 49.350). Kebetulan diriku pesan masakan India dan memang diriku bisa makan masakan India tapi jangan khawatir ada masakan lainnya kok bagi yang tidak suka masakan India hehehe.




Harga Tiket masuk Aquaria Rp 164.000 yang kita beli di aplikasi Klook. So setelah perut kenyang, masuk antri untuk tukar tiket asli, saat tukar tiket diminta untuk menunjukkan pasport kita. Jadi harga tiket masuk ke Aquaria ini ada perbedaan harga tiket antara Turis Domestik dan Turis Asing.

So setelah dapat tiket asli, masuk deh menikmati keindahan aquarium itu. Banyak jenis ikan-ikan dan binatang laut lainnya tapi yang paling aq suka ya Berang-Berang. Kalo untuk Ikan-ikan yang ada di Tunnel Fish ya lumayanlah. Aquarium ini tidak sebesar yang ada di Ancol atau Singapore ya. Setelah Puas menikmati kehidupan ikan-ikan dalam tempat kaca raksasa itu, keluar dari Aquaria dan snacking time.

Kalo kalian keluar dari Aquaria, tinggal naik tangga, dah bisa lihat Menara Twin Tower Petronas yang tersohor itu. Jadi itu ada KLCC Park, ya snacking time-nya di Park KLCC saja sambil foto-foto berlatar belakang Twin Towers. Taman KLCC ini mantaplah buat jogging track, ada kolam renang anak-anak, wahana bermain anak-anak, jadi untuk wisata keluarga cocoklah.


Puas dengan Twin Tower dan parknya, lanjut ke Dataran Merdeka. Di Dataran Merdeka ini ada beberapa lokasi yang wajib dikunjungi yaitu KL City Galery, Sultan Abdul Samad Building, the River of Life, Mesjid Jameek. Arsitektur di sekitar Dataran Merdeka ini bagus banget ya, ada kesan ala-ala Eropa Turki. Jadi bagi penyuka Photography tentu bisa menghabiskan waktu disini mengeksplore keindahan arsitektur yang ada. Terutama The River of Life, ini spot yang bagus banget, 2 jempol deh.





Puas dengan menikmati keindahan arsitektur yang ada di kisaran Dataran Merdeka, lanjut check-in ke Penginapan, Mandi dan cusss Makan malam di Daerah China Town di Jalan Petaling. China Town ini banyak menjual barang-barang fake dan restoran chinese food ya. Setelah makan malam di Chinatown, lanjut ke KLCC, mau lihat Pertunjukkan dancing water di Twin Tower KLCC Park.

15 June 2018

Siang ini kita mengunjungi Thean Hou Temple. Temple ini selain sebagai tempat sembahyang juga sebagai destinasi turis. Dibangun dengan menghabiskan biaya sekitar 7 juta Ringgit dan di buka pada tanggal 3 Sept 1989.





dilanjutkan mengunjungi Holy Rosary Church yang dibangun pada tahun 1903, bangunan bergaya French Gothic Revival.


dan saatnya sight seeing ke Mall yaitu Pavilion KL. Satu catatan, di mall Pavilion ini ada Tokyo Street dimana banyak gerai gerai kecil yang menyajikan makanan dan aksesoris unik dari Jepang. Ya lumayan mengobati rasa kangen dengan Jepang.

Lanjut ke Heli Pad Roof Top Bar yang terletak di Atap Gedung Menara KH, jadi kalo dari Pavilion KL kalian bisa loh jalan kaki ke tempat ini atau mau naik Grab juga bisa. Kalo jalan kaki paling cuman 10 menit sampe. Sampai di Gedung Menara KH naik ke lift ke Lantai 34 ya (yang paling atas). Nah ntar ada bagian receptionist, yang bakalan meriksa isi tas, kalo ada bawa makanan/minuman biasanya dititip di situ. Ntar tinggal masuk dan pasti disamperin ama pelayannya buat order minuman setelah kalian order dan terima minuman, bayar dan kalian bisa naik ke atas ke Heli Pad Roof Topnya, dan disana bisa lihat Twin Towers dan KL Tower, dan bisa order makanan dan minuman juga(rupanya beda dapur ya), menikmati sunset hingga gemerlap lampu-lampu di atas ketinggian gedung ini seru juga loh.



Lanjut makan malam di jalan Alor, saran saja kalo bisa kesana jangan pukul 07-10 malam ya, rame banget, bejibun ama manusia, dah kayak lautan manusia, tumpek blek. Di jalan alor ini bisa kalian temuin beraneka ragam masakan, sesuaikan dengan selera lidah masing-masing ya. Kalo next time ke KL, maybe ke alornya jam 11 malam deh hehehe, karena kemarin pas jam 8 an kesana, jadi kenyang karena lihat begitu banyak manusia, hawanya panas, dan banyak makanan. Setelah makan cuss balik ke Penginapan.

16 June 2018

Hari ini rencana mau ke Melaka. Dari penginapan kita naik Grab ke TBS (Terminal Bersepadu Selatan), disini tempat Terminal Bus. Dikarenakan kita pergi ke Melaka bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, maka tiket Bus pagi sudah habis semua, dapatnya keberangkatan jam 11.30. So kita makan pagi dulu di TBS. Saran saya beli tiket online saja ketika masih di Indonesia. Ini link pembelian tiket Bis onlinenya. www.tbsbts.com.my

Untuk Tiket bis kita beli yang ekpress seharga 25 MYR perkiraan waktu tempuh 1 jam sampai di Melaka tapi kenyataannya 3 jam baru sampai, macet karena mudik hari raya ya. Mungkin kalo hari biasa bakalan lancar 1 jam sampai KL-Melaka. Dan jika kalian berencana tidak menginap di Melaka, mending kalian beli sekaligus tiket Pulang pergi (PP), jadi tidak sampai khawatir kehabisan tiket balik. Kesalahan kita adalah tidak beli tiket online jauh-jauh hari sebelumnya mengingat kita ke KL ketika Hari Raya Idul Fitri.

Begitu sampai di Melaka Sentral Bus, kita berencana membeli tiket balik ke KL untuk Malam, namun semua tiket habis, sempat tegang gimana kalo nanti malam gak dapat tiket balik ke KL terpaksa nginap di Melaka, padahal kita tidak berniat bermalam di Melaka. Tapi karena sudah terlanjur tiba di Melaka, kita putuskan untuk eksplore Melaka dulu, masalah tiket balik dipikir nanti saja, yang penting enjoy dulu saja.

Dari Melaka sentral kita menuju Christ Church Melaka menggunakan Grab, oh Ya Grab dilarang masuk ke Terminal Bis ya jadi harus tunggu di luar area Melaka Sentral Bus. Melaka ini merupakan World Heritage City yang disahkan oleh Unesco pada tanggal 7 July 2008.





Nuansa warna merah mendominasi spot wisata Christ Church ini. Di melaka ada jonker street, ada mural-mural di tembok-tembok rumah, ada sungai yang bisa dijelajahi menggunakan boat. Untuk naik boat tarifnya MYR 23 ya. Sebenarnya sebagian Kota Melaka ini dengan sungainya, mengingatkan Kota Surabaya, hampir setipe, tapi hebatnya Melaka bisa masuk daftar Unesco, Melaka mampu memanfaatkan ke-kuno-annya sebagai bisnis wisata yang menjual. Surabaya saat ini tentu sudah menjadi kota Modern Metropolitan, namun ada beberapa kawasan di Sby yg masih terjaga dengan sejarah dan bangunan-bangunan kunonya, yang sangat berpotensi dijadikan sebagai tempat wisata.

Jam 7-an malam kita memutuskan kembali ke Terminal Bis Melaka Sentral untuk mencari tiket pulang ke Kuala Lumpur dan bersyukur banget kita dapat tiket Bis balik ke KL jam 9 malam. Kita naik Bis KKKL yang harganya cuman MYR 13 dan bisnya lebih bagus dari pada bis ekpress waktu berangkat (mahal pula tapi jelek hehehe). Jam 12 malam kita tiba di TBS Kuala Lumpur dan melanjutkan naik Grab ke Penginapan.

17 June 2018

Pagi ini lebih leyeh-leyeh karena ini hari terakhir liburan di KL. Kita makan di Restoran TG Nasi Kandar yang jual masakan India (canai dan lain lain), dan memang ini Nasi Kandar enak banget, kalo kalian liburan ke KL wajib makan disini ya, very recommended. Setelah puas makan di nasi Kandar, kita sempatkan jalan-jalan ke Mall dan menuju Airport. Untuk Menuju Airport, kita naik Grab MYR 75, ya untuk 2 orang lebih murah ya per orang cuman 37.5 ringgit. Ada pilihan lain, bisa naik Ekpress Train. Dari Penginapan harus ke KL Sentral, dari KL Sentral Naik KLIA Ekspres ke Airport. Harga Tiket KLIA Ekspres per orang MYR 55, so lebih murah naik Grab kan, dengan catatan kalian pergi liburannya minimal berdua ya.




Tips:
1) Dibulan Juni, suhu udara di KL panasnya kebangetan
2) Bawa Payung, Sun Block, Sun Glasses, Topi
3) Tissue Basah karena kebersihan di Toilet rata-rata 6, so better bawa Tissue Basah.
4) Diatab atau obat untuk sakit perut (siapa tau gak cocok sama masakan Malaysia)
5) Tolak Angin

Next kalo mau liburan ke KL:
Maybe lebih banyak ke mall untuk shopping dan hunting makanan saja hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *