Covid-19: A Warning

Gw tulis ini di Akhir Bulan Juni 2020, dimana Dunia masih berusaha mengatasi Covid-19. Di Indonesia sendiri, Covid-19 di-announce oleh Pak Jokowi di awal Maret 2020.

Untuk Bisnis Pariwisata, Covid-19 sudah dirasakan semenjak akhir January 2020, namun benar-benar terasa setelah Nyepi 2020 (Maret 2020), ya…bukan situasi yang menyenangkan bagi Bisnis Pariwisata, terutama Bali. Penerbangan International ditutup, pembatasan, jaga-jarak. Tentu ini sangat berimbas bagi perekonomian di Bali. Hotel-hotel mengambil kebijakan Cut off Salary, Lay-off dll, hingga Penutupan Hotel.

Kalo IG story, IG feed biasanya dijejali dengan foto-foto selfie, beraneka potret Liburan, Makanan, Trip dsb, kali ini lebih banyak dihiasi oleh Jualan Makanan, Jualan Tanaman, Jualan Minuman, dll. ya Istilahnya semua serba jualan untuk Menyambung Hidup.

Kalo biasanya suka makan di resto, di mall, sekarang lebih cenderung belanja ke pasar, masak sendiri, supaya lebih irit.

Kembali ke beberapa tahun yang lalu, saat aq merintis my baby (my small business), saat itu masih teringat jelas, beberapa teman dekat yang menyangsikan apakah aq bisa berhasil dengan bisnis kecil yang aq buat.

Masih ingat dulu aq jualan ini itu dan akhirnya aq putuskan untuk berhenti dan fokus ke bisnis baru ini.

Bisnis yang menurut orang kebanyakan, ini bisnis gak gampang loh. Yakin loe bisa?

Setiap gw ngobrol ama temanku dan utarakan ke-inginan-ku untuk serius membangun bisnis ini, 90% say No, only 10% say Yes.

Aq terus menjalankan bisnis ini, pelan pelan saja toh gak ada yang maksa. Aq yakin jika aq tetap fokus dengan target-target yang aq set, pasti aq bisa.

Ketika Covid-19 terjadi, teman-teman banyak yang bingung perihal keuangan mereka, bagaimana harus bayar cicilan KPR Rumah, Cicilan Mobil, Cicilan Motor, Cicilan HP, dll, bahkan untuk biaya hidup sehari-hari karena memang saat itu teman-teman hanya mengandalkan gaji bulanan tanpa punya sumber pendapatan sampingan lainnya.

Mengingat kembali ke masa-masa dimana aq buat ini bisnis: mulai dari Sosmed, Podcast, Website, hingga saat ini merambah ke Youtube. Ntah berapa banyak buku yang gw baca, baca artikel di google, nonton content di youtube, dengerin podcast, ya at least buat nambah pengetahuanku.

Ketika Covid-19 terjadi, tentu semua sektor mengalami perlambatan dan benar benar suffering. Satu hal yang gw perhatikan ketika di masa Covid-19, Work From Home (WFH) meningkatkan partisipasi pegawai kantoran untuk masuk ke Dunia Saham.

Sebuah Potensi yang beberapa tahun lalu sudah gw lihat. So ya… ketika Covod-19 terjadi pembukaan Rekening Dana Investasi Melonjak. Ya ini sama halnya dengan ketika teman-teman yang melakukan promosi penjualan di IG nya, ntah itu jual makanan, minuman, tanaman, sayur hidroponik dll.

Ya Covid-19 membuat kita berpikir ulang untuk penting sekali memiliki Dana Darurat dan kudu pinter mengantur keuangan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *